Aku baru saja bertemu dengan seseorang yang secara tidak langsung itu sama saja membukakan mata ku untuk kembali melihat realitas; bahwa tidak semua orang memiliki cita-cita muluk, semuluk cita-cita ku. Tidak setiap orang memiliki ambisi membara; menyala-nyala seterang ambisi ku. Aku diajak melihat ke bawah. Aku ditunjukkan pada kenyataan bahwa masih ada mereka yang memiliki tingkat pendidikan tidak lebih dari Sekolah Menengah Pertama. Masih ada. Walaupun pendaftar sekolah pascasarjana juga tidak sedikit. Meskipun begitu, dia masih mampu bernafas dan bertahan hidup. Bahkan secara kasat mata jika melihat penampilannya, bukan terlihat sebagai lulusan sekolah menengah pertama. Itu betul adanya. Ya itulah realitas. Dia mampu bertahan bahkan mungkin lebih dari cukup secara finansial. Tentang ilmu? aku justru balik bertanya sekaligus berkesimpulan. Bahwa ilmu itu beragam adanya. Ilmu itu bukan sebatas aksara ABCDE beserta aturan baku berbuku-buku dalam sistem yang sistematis. Prinsip bukan sekedar terletak di dalam buku tebal, jurnal, karya ilmiah, ijazah dan sertifikat. Prinsip juga terletak di pinggir jalan, di warung makan, di restoran, di terminal, di pasar, di toko, di sawah, di lapangan tenis, di setiap gang sepanjang jalan dalam perjalanan kita.
Selalu mencari dan membawa wacana!
12042014
Selalu mencari dan membawa wacana!
12042014
Komentar
Posting Komentar