Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Menjadi Guru

Ada cerita yang kalian suguhkan tentang menjadi seorang guru. Guru Bahasa Inggris.. Membuat saya teringat pada ayah. Beliau adalah seorang guru Bahasa Inggris. Banyak juga cerita yang beliau sampaikan ketika dulu saya belum duduk di bangku kuliah. Cerita tentang siswa yang gemar membolos, cerita dengan teman duduk di dalam kelas, siswa pindahan dari sekolah lain, tingkah siswa ketika mengerjakan soal ulangan harian. Namun sayang, mengapa sampai saat ini saya belum berkeinginan menjadi seorang guru?. Jika diperhatikan jenis disiplin ilmu apa yang saya pilih, pernyataan ini mengherankan memang. Namun saya berusaha jujur pada diri sendiri. Berusaha tidak menutupi kehendak yang sesungguhnya. saya tetap berusaha berprasangka baik; mungkin belum saja..

TULISen..

TULIS. Apa saja itu; tulis. Bahkan mulai dari yang namanya buku harian; tulis. Piye-piye; tulis-en.. 1. Sebagai terapi (refleksi jiwa&raga) 2. Sebagai upaya mengasah stabilitas kognisi&afeksi 3. Apresiasi terhadap endapan renungan tak terlisankan 4. Manifestasi naluri "berbagi" 5. Pertahanan memori=tak musnah dimakan zaman
kebahagiaan bukan sekedar urusan rupiah kebahagiaan bukan sekedar urusan sesuap nasi atau setangkup hamburger kebahagiaan bukan sekedar urusan nilai A kebahagiaan bukan sekedar urusan tertawa terbahak kebahagiaan bukan sekedar urusan rumah idaman kebahagiaan bukan sekedar banyak kawan, duduk bersama, bincang-bincang, pasang wajah ceria, satu visi misi.

Bukan Siapa-siapa

tidak perlu merasa kecewa jika memang tidak ada pengharapan tidak perlu merasa sakit jika memang tidak ada luka tidak perlu merasa kehilangan jika memang tidak ada memiliki tidak perlu ada kesedihan jika memang bukan masalah tidak perlu ada khayalan jika bukan Maha Tahu satu pembelajaran bersikap terhadap orang lain pesan tentang: "Jangan berlebihan mencintai seseorang karna bisa jadi berubah menjadi benci. Dan tidak perlu berlebihan membenci karna kelak berubah menjadi sebaliknya (cinta)". Lamat-lamat kupandangi tulisan kalimat ini. Ku pahami betul-betul apa yang tersirat. Menyadarkan aku pada apa yang sudah ku alami. Tidak mampu berbuat apa-apa. Hanya Engkau Yang Maha Berkehendak

Di Warung Penjual Tahu Masak

Seperti tahu yang dipotong-potong kotak digoreng dilumuri bumbu kacang ditaburi irisan kubis dan remukan krupuk merah muda kriuuk... melalaikan aku pada sambatan lapar ku sepiring tahu masak yang menyelimur ku dari rutinitas dua puluh satu hari ku dua puluh satu hari ku dengan rancangan-rancangan rancangan mengabdi pada masyarakat pada masyarakat sebuah institusi pendidikan aku bersembunyi dibalik almamater ku bapak dan ibu di balik pakaian dinasnya adik-adik dibalik seragamnya tertib ibu pembeli tahu masak juga berkisah itu cucu ku yang masih gamang akan kemana setelah sekolah kejuruan nanti kuliah pun jurusan apa biaya kuliah sekarang berapa kelak akhirnya tetap sama saja mencari kerja satu sendokan tahu bersama ketupat dan kerupuk kriuuk...  ibu penjual tahu masak duduk bersanding dengan wajan dan tahu-tahu nyambi diambilnya juga rengginan mentah rengginan matang dientaskan dari minyak goreng panas mengepul pilahan antara ulekan cabe dan ketupat ...