Ketika di hadapan lembaran album rupa lalu aku hanya bisa menggigil seolah dicekik aku menjadi terpekik berhadapan dengan ruas ruas buku lalu itu bukan hal mudah namun waktu tidak berkenan negoisasi sebab pagi tidak akan dikatakan pagi jika tanpa cahaya matahari gagah menggeser rembulan meski ayam jantan berkokok garau waktu tetap tidak memberi toleransi ia tetap meminta ku berjalan-jalan tidak pula sempat menanyakan apakah aku berkenan mendaki puncak atau menuruni terjal atau sekedar memiliki setapak hingga akhirnya tetap saja aku menemui mu ruas-ruas buku lalu ada beberapa catatan tak rapi namun itu adalah kejujuran mahal hanya dengannya semua menjadi ada
Selalu butuh j e d a