Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Selamat dalam Selamat

Kini kau menambah jumlah deret istilah Selamat Terlalu banyak narasi yang kau dan aku miliki tempo lalu Iya, saat kita masih memiliki kebiasaan memanggil-manggil Sang Guru kau sudah tidak sungkan memilih satu di antara sekian dan sekian Selamat berjalan di atas perahu Di atas perahu pilihan mu untuk berlayar Berlayar tanpa samar Jangan pula memudar Sebab jika itu terjadi, apa daya keindahan Bedugul tatkala memancar? Kini kau telah menambah deret ucapan Selamat Selamat menempuh kehidupan baru di tempat berbeda, sayang... perjalanan Kebumen- Jogja 15082014

Rindu dalam Tulus

Hanya beberapa menit lalu aku masih sanggup membaca pesan singkat dari Sanur yang tak menau waktu asik bermain kata yang ku kira canda ternyata tulus tak sejujur namanya Ia asik menindik pesona tak serupa namanya hingga kau takut tulus tiada ketika hari menjadi sebab Terimakasih untuk rindu dan tulus Tidak perlu kau melempar makna Sebetulnya kita sudah bicara 15082014

Perjalanan

Tuan-tuan bertahta, saya mohon permisi Tuan, adakah tempat yang boleh saya duduki? Tempat saya menghela Tuan-tuan tampan, saya mohon permisi Tuan, bisakah saya melihat? Melihat-lihat sederet elok yang terpahat Tuan-tuan berbahagia, saya mohon permisi Tuan, bisakah saya bicara? Bicara sebentar saja tentang kita dan mereka di luar sana Rupa-rupa Anda yang sedang berbahagia Tuan-tuan bermukim di tempat rasa yang jelas-jelas berbeda antara saya dengan Anda Bagaimana dengan permohonan saya ini? Sebentar saja, di serambi sana. 13082014 rev 200814

Tertunda, bukan Batal

Slamat Pagi empat Agustus.  Berani meletakkan harapan, berarti siap menghadapi kelanjutan dari harapan. Sedangkan mimpi; itu hanya milik orang tidur. Orang tidur itu tidak terpejam untuk selamanya. Ia akan membuka mata kemudian tersadar. Lalu.. plaash!; semuanya berbeda. Selanjutnya akan ada dua kemungkinan riuh yang menyambut; tepuk tangan atau suara ter-isak. Terimakasih keinginan.