Langsung ke konten utama

sekedar

aku hanya sebaris dari sekian
dan sekian paragraf rupa narasi

aku hanya satu dari seribu
butir pasir tercecer bingar
 
aku menjadi seonggok
perkara daging lalu ditiupkan ruh

aku adalah alpa yang
digadai lupa barang per satu sekon

aku disambut gulita saat
yang lain asyik bernyawa

aku terpincang saat
kalian berlari

aku terpasung makna saat
kalian dibuai lahap

aku bertahta hujat ketika
kalian rancak menari

disambung dakwa
digantung norma
aku masih berdiri karna
gulita adalah sukma dalam
lelakon

21042014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa

APA

rupa-rupa wajah makhluk Mu hendak kemana hari ini? rupa-rupa bentuk makhluk Mu hendak bicara apa hari ini? rupa-rupa elok warna makhluk Mu hendak bersimbol apa hari ini? rupa-rupa tumindak anggun makhluk Mu hendak berbekal apa untuk esok?   01022014