Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Kepribadian Sensitif

KEPRIBADIAN SENSITIF Mata Kuliah: Psikologi Kepribadian II Dosen Pengampu: Dra. Alif Muarifah, S. Psi., M. Si. Disusun Oleh: Masayu Ninda Arum 09001053 Triyani 09001056 Rasfiati 09001067 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I: PENDAHULUAN A. Latar Belakang …………………………………………………….. B. Manfaat ……………………………………………………………. C. Tujuan ……………………………………………………………… BAB II: LANDASAN TEORI BAB III: PEMBAHASAN BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt yang telah menentukan akhir dari segala bentuk usaha manusia. Berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah dengan judul “Kepribadian Sensitif”. Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak terlepas dari hambatan dan kesulitan, namun berkat dorongan dan arahan serta bimbinngan baik l...

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa
dari mu ku karna mu karna mu dan masih karna mu sekarang kau dimana kau lupa siapa aku? tolongg...dengarkanlah aku lihat mata ku apa sebenarnya yang membuat engkau enggan datang kesini ke hadapan ku darah daging mu saksikan lah bibir ini menanyakan itu semua aku di sini pun untuk mu untuk mu untuk mu

disana, yang mereka adalah kritikus

ketika aku berada di sana masuk ke dalamnya dan membaur menumpahkan semua asa ktika brangkat dari rasa menggebu dan katanya itu ambisi salahkah itu? setelah berada di dalamnya, hati bergemuruh brrrrrrggghhh kacau nurani terbatas pagar besi manusiawi terlalu kokoh lagi tinggi hingga ketika di sana segumpal darah itu tak bergerak lagi sangat enggan merasa terhimpit kaku merasa kotor dan dikotori padahal katanya kan membuat kita belajar menghargai dan dihargai jadi ingin rasanya bertanya mungkin kah berubah menjadi menghargai karna dihargai masih kah terlihat egois? kapan kiranya ku berhak mendapat pengakuan yang adil aku memang terkesan meng "aku" kan kini gemuruh itu semakin keras dan mengganggu ada perasaan ingin keluar tapi aku sayang sayang ketika suatu waktu aku dimanusiakan namun memberontak ketika mereka tak memakai segumpal darah yang baik tadi ketika banyak pola pikir dan argumen hai! izinkan nafas ini terhembuskan dengan lega jangan buat n...