Langsung ke konten utama

prinsip



Sakitnya luar biasa sakit.. sehingga aku hanya melihat belantara gelap gulita jika dipaksa mengingat enam tahun silam. Sampai-sampai aku menjadi seperti ini. Aku menyadari diri ku saat ini. Diri ku yang sekarang, yang luar biasa keras sampai memicu surutnya berat badan ku.
Kecewanya luar biasa kecewa.. sehingga aku tak ampun bagi siapapun yang telah mengecewakan aku. Aku sangat cinta kedamaian. Ketenangan yang mahal harganya dan luar biasa nikmatnya. Maka dari itu aku memulai apapun dengan sikap damai dan sejuk. Namun jika ternyata ada yang mengawali untuk menyulutkan api, jangan salahkan aku jika akhirnya ku lemparkan abunya ke wajah mu, tepat mengenai batang hidung mu, kedua mata mu, mulut mu, pipi mu dan bagian-bagian lain pada wajah mu yang tak terjamah jemari.
Cerita ku di saat itu membuat ku tangguh sekaligus rapuh. Aku rapuh untuk mendefinisikan tangguh ku.
Aku nyaris selalu nyinyir melihat setiap pasang manusia generasi adam dan hawa yang lalu lalang bersenang-senang dan bersenang-senang. Bersenang dalam masa yang saling tidak menau. Seolah dalam hidup mereka hanya menghabiskan masa sesenang jidat mereka. Sepuas dengkul mereka. Sebahagia ibu-ibu arisan mendapat undian uang, porselen, perlengkapan dapur sampai pakaian.
Aku benar-benar sedang ingin menikmati kebebasan ini.. lepas dari masa lalu kelam, meski tak mengurangi satupun anggota badan ini. Seperti puisi ku; aku ingin berlari liar sambil menari menembus kebeningan hening, liar sambil menari dengan pembelaan peluh di sekujur tubuh, dan akan terus berlari liar sambil menari. Tidak peduli dengan hujatan orang lain karna setiap dari kita memiliki tujuan hidup masing-masing. 

17042014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...

milik ku

aku selalu menanti malam seperti ini malam mencekam yang selalu memberi aku ruang setidaknya untuk melihat sebuah pembuktian bahwa toleransi dan negosiasi sebenarnya selalu ada bahkan tidak hanya dua, tiga atau empat pilihan tak terbatas hanya saja mata ini kesulitan ketika harus memperhatikan seksama pada siang hari nyatanya ketika malam; ada sejuta pemandangan indah yang justru dapat aku nikmati tak seindah siang hari dengan secercah cahaya kuningnya matahari aku berada di dalam ruangan tidak luas; ukuran panjang dan lebarnya hanya cukup untuk menjejerkan lemari pakaian dua pintu, rak buku, dan dua meja belajar lipat aku ingin selalu mengabadikan momen pada setiap malam sesenyap ini selalu ada nuansa ketenangan yang tidak bisa terbeli dengan takaran perhiasan terlebih rupiah aku merasa dekat dengan kenangan dan mimpi tak ada satu pun yang boleh mengusik sunyi ku sunyi yang lengang seperti ini ia milik ku; tidak perlu kalian repot-repot memakasakan diri untuk bertanya...

Mahal

Ketika kau bertanya, hal apa yang paling berharga dalam keseharian ku.. maka akan ku jawab; malam. Malam adalah waktu terindah bagi ku yang tidak pernah dapat aku deskripsikan dalam sekian larik puisi. Semua puisi-puisi ku belum menjadi cukup untuk mensyukuri keberadaan malam yang Dia berikan. Malam seperti ini yang aku katakan mahal harganya. Duduk manis di depan laptop, membuka beberapa page kosong untuk menulis kata-kata menakjubkan, mendengarkan lantunan musik dan instrumen atau terkadang senyap, dan.. sendiri. Kesendirian. Ketenangan dalam kesendirian yang luar biasa indah tak terjamah oleh kata dan parafrasa. Aku tidak dapat mengizinkan siapapun dan apapun hadir mengusik duduk ku. Inilah hal terindah yang tak ternilai oleh rupiah sekalipun. Ketenangan. 08042014