Sakitnya luar biasa sakit.. sehingga
aku hanya melihat belantara gelap gulita jika dipaksa mengingat enam tahun
silam. Sampai-sampai aku menjadi seperti ini. Aku menyadari diri ku saat ini. Diri
ku yang sekarang, yang luar biasa keras sampai memicu surutnya berat badan ku.
Kecewanya luar biasa kecewa..
sehingga aku tak ampun bagi siapapun yang telah mengecewakan aku. Aku sangat
cinta kedamaian. Ketenangan yang mahal harganya dan luar biasa nikmatnya. Maka dari
itu aku memulai apapun dengan sikap damai dan sejuk. Namun jika ternyata ada
yang mengawali untuk menyulutkan api, jangan salahkan aku jika akhirnya ku
lemparkan abunya ke wajah mu, tepat mengenai batang hidung mu, kedua mata mu,
mulut mu, pipi mu dan bagian-bagian lain pada wajah mu yang tak terjamah
jemari.
Cerita ku di saat itu membuat ku
tangguh sekaligus rapuh. Aku rapuh untuk mendefinisikan tangguh ku.
Aku nyaris selalu nyinyir melihat
setiap pasang manusia generasi adam dan hawa yang lalu lalang bersenang-senang
dan bersenang-senang. Bersenang dalam masa yang saling tidak menau. Seolah dalam
hidup mereka hanya menghabiskan masa sesenang jidat mereka. Sepuas dengkul
mereka. Sebahagia ibu-ibu arisan mendapat undian uang, porselen, perlengkapan
dapur sampai pakaian.
Aku benar-benar sedang ingin menikmati kebebasan ini..
lepas dari masa lalu kelam, meski tak mengurangi satupun anggota badan ini. Seperti
puisi ku; aku ingin berlari liar sambil menari menembus kebeningan hening, liar
sambil menari dengan pembelaan peluh di sekujur tubuh, dan akan terus berlari
liar sambil menari. Tidak peduli dengan hujatan orang lain karna setiap dari
kita memiliki tujuan hidup masing-masing. 17042014
Komentar
Posting Komentar