Karna mu aku jadi betul-betul tertantang. Menyimak sketsa damai seperti yang ditawarkan oleh puntung rokok mu. Bicara dan didengarkan dengan ramah oleh (mungkin) makhluk-makhluk yang kau jumpai, pada tiap hisap puntung rokok mu. Belajar tentang arti melepaskan pada tiap hembus asap keputihan dari hidung yang keluar santai perlahan pasti bersama kepulan dari rongga mulut mu. Menunggu ramah pada setiap gumpalan tembakau yang terbungkus kertas berlabel bla bla bla itu dikikis api merah kebiruan yang malu tapi mau. Mungkin itu adalah salah satu gambaran nyata tentang makna melepaskan yang mudah untuk kau pelajari. Setidaknya cukup bersahabat dengan jiwa mu. Tidak seabstrak definisi ikhlas pada kamus-kamus Bahasa Indonesia tak bertuan di toko-toko yang semakin waktu semakin usang. Bukan pula serumit peryataan orang orang bermoral mulia sebagaimana kawan hidup di sekeliling mu selama ini. Para makhluk baik yang kadang-kadang jahat pada mu. Berlaku bohong. Mengaburkan jati diri kemuliaan me...
Selalu butuh j e d a