Lagi.. sekian kira-kira kabar bahagia tentang kisah kasih dua anak manusia yang bermuara pada ikatan resmi versi norma. Agama dan negara. Merasa biasa saja mendengar kabar sekian banyaknya. Bahkan beberapa undangan tersebut aku diamkan saja tergeletak di meja. Tidak tau pasti aku sedang berada di titik koordinat mana dan mana. Yang aku tau pasti, itu semua adalah hal lumrah duniawi yang sebenarnya hakiki dicari manusia. Mereka ganas mencari penghapus dahaga nafsu dan urusan perut. Apalagi kalau bukan itu?. Padahal semua itu sebetulnya adalah singkat. Bernyawa, mencari isi perut, mencari isi penghapus dahaga nafsu magnet mata lawan jenis, berhasrat, berkembangbiak, memelihara, usia senja kemudian dan.. kematian. Itu saja perjalanan manusia. Sangat singkat. Aku bertanya pada kemudahan yang tidak ku dapatkan. Mengapa selama ini kau tidak berpihak kepada ku?. Kini semua itu membuat ku berfikir sedemikian sulit. Bangun dari keterpurukan "cerita" itu bukan hal mudah. Tidak semudah ...