Langsung ke konten utama

Ruang

Tidak berani aku katakan bahwa ini perkara cinta. Itu karna aku sendiri belum merasa mempunyai referensi yang cukup untuk mendefinisikan kata ini. Cukuplah ku katakan sayang. Iya, aku terlanjur menyayangi malam. Ia adalah satu-satunya pekat yang bersahabat. Ia menawarkan ruang istimewa pada ku tanpa syarat. Menyediakan lengang yang bertabuh irama damai. Menyajikan senampan hidangan untuk disantap menanggapi rasa. Keberadaannya memang tidak terjamah indera. Oleh sebab itu ia lincah menari bahagia ketika disambut oleh Sang Malam. Tak ubahnya ruang tamu; ditata sofa empuk, meja bertaplak rajutan, berhias kembang dalam vas, semerbak kembang bernyawa, kaidah estetika dibantu warna terpadu. Aku hanya membukakan pintu pada pukul sekian sampai sekian, di saat orang lain menghembus nafas lelah. Aku hanya berkawan hening. Namun demikian ia justru tak segan untuk sekedar berkunjung kemudian terduduk. Iya, dalam ruangan ini. Ruang tersendiri yang elok luar biasa.

21042014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa

APA

rupa-rupa wajah makhluk Mu hendak kemana hari ini? rupa-rupa bentuk makhluk Mu hendak bicara apa hari ini? rupa-rupa elok warna makhluk Mu hendak bersimbol apa hari ini? rupa-rupa tumindak anggun makhluk Mu hendak berbekal apa untuk esok?   01022014