Tidak berani aku katakan bahwa ini perkara cinta. Itu karna aku sendiri belum merasa mempunyai referensi yang cukup untuk mendefinisikan kata ini. Cukuplah ku katakan sayang. Iya, aku terlanjur menyayangi malam. Ia adalah satu-satunya pekat yang bersahabat. Ia menawarkan ruang istimewa pada ku tanpa syarat. Menyediakan lengang yang bertabuh irama damai. Menyajikan senampan hidangan untuk disantap menanggapi rasa. Keberadaannya memang tidak terjamah indera. Oleh sebab itu ia lincah menari bahagia ketika disambut oleh Sang Malam. Tak ubahnya ruang tamu; ditata sofa empuk, meja bertaplak rajutan, berhias kembang dalam vas, semerbak kembang bernyawa, kaidah estetika dibantu warna terpadu. Aku hanya membukakan pintu pada pukul sekian sampai sekian, di saat orang lain menghembus nafas lelah. Aku hanya berkawan hening. Namun demikian ia justru tak segan untuk sekedar berkunjung kemudian terduduk. Iya, dalam ruangan ini. Ruang tersendiri yang elok luar biasa.
21042014
21042014
Komentar
Posting Komentar