Langsung ke konten utama

Bukan aku!

Lalu bagaimana jika aku begini adanya.. kasar mungkin? acuh dan angkuh? terlalu bebas dan semaunya sendiri?
Iya aku begini, lalu apa masalahnya?. Semakin waktu aku merasa semakin bebas untuk berbuat dan berfikir. Aku menikmati kebebasan ini, apakah salah? apakah kenikmatan yang aku rasakan menimbulkan masalah baru di antara aku dan kamu?. Semua cerita ku di hari kemarin hanya aku yang menjalani, bukan kamu atau kalian sekalipun. Kalian tidak tau apa-apa tentang cerita yang aku punya dan semuanya itu. Semua hal yang membuat ku mungkin bagi kalian aku adalah perempuan yang kasar, acuh dan angkuh. Ya begini adanya, bukan aku yang meminta untuk menjadi seperti ini. Kalau kalian ingin membicarakan aku, bicaralah kalian pada Nya yang telah menciptakan aku bersama dengan semua cerita yang ku miliki. Sakit hati dengan latar tempo dulu itu adalah aku. Aku adalah perempuan si pemilik cerita tidak enak yang sangat mengecewakan. Sangat menyakitkan. Apakah dengan kalian berbicara tentang ku kemudian kondisi akan berubah? apakah dengan begitu maka secara otomatis kalian menyuguhkan ku senampan obat penawar perih atas luka-luka kering yang masih memar? obat apa yang ingin kalian suguhkan kepada ku? apa jaminan yang akan kamu berikan ketika ternyata muncul luka baru di tempat yang berbeda?. Apa haah, kalian akan bicara apa?. Itulah sebabnya aku sekeras ini. Jangan salahkan aku jika aku adalah perempuan seperti ini. Itu satu kalimat yang selalu aku simpan baik-baik dan akan aku keluarkan di hadapannya; ibu kandung atau ayah kandung ku. Maka sampai detik ini aku tetap belum bisa menerima predikat sebagai pihak yang salah. Aku tidak mau. Karna bukan aku yang salah. Itu saja.

09042014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa

APA

rupa-rupa wajah makhluk Mu hendak kemana hari ini? rupa-rupa bentuk makhluk Mu hendak bicara apa hari ini? rupa-rupa elok warna makhluk Mu hendak bersimbol apa hari ini? rupa-rupa tumindak anggun makhluk Mu hendak berbekal apa untuk esok?   01022014