Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Bukan dia

Terkekeh. Satu kata yang tepat untuk mewakili semua rasa yang telah bercampur seenaknya tanpa kejelasan nama adonan. Berarti bukan itu yang terbaik bagi ku. Berarti dia bukan yang terbaik untuk ku. Berarti bukan dia yang sesuai dengan ku. Berarti bukan dia yang Dia maksud. Berarti kurang lebih bukan orang sepertinya. Berarti dia tidak pas dengan ku. Berarti semua sikap dia yang ku tangkap sebagai upaya tidak sinkron dengan respon ku. Kemudian satu hal yang sempat terlintas di benakku dalam hitungan detik tahun lalu, sungguh-sungguh terjadi sekarang. Tidak ada satu manusia pun yang mampu mengelak, menghalangi bahkan melawan. Tidak ada.

Pudar

membidik kesungguhan yang mulai memudar berbicara dengan kalian adalah istimewa membuat aku sampai tak henti meraung-raung bertanya-tanya tentang apa itu pencapaian. proses selalu berjalan sesuai koridornya, sebab ia adalah waktu yang tak bisa didebat. namun terkadang manusia terlalu tangguh menyusun benteng pertahanan hingga semuanya luruh satu persatu, termasuk harapan. Semula ia bermukim di ruang-ruang apik. Berfentilasi, berpintu dan berjendela.

Oleh Jarak

Kurang lebih sama dengan rindu. Kita akan tau apa itu rindu ketika kita dan mereka sudah terpisah oleh jarak. Mengakui keberadaan mereka dalam ketiadaan. Memahami makna pesan yang disampaikan oleh ketiadaan. Mengerti kasih yang disampaikan dalam ketiadaan. Mengerti apa itu rindu dalam ketiadaan. Semua berkat jarak. Jarak yang bertubi-tubi menghantamkan
Berpapasan dengan kesejukan yang ditawarkan November. Menangkap sinyal-sinyal kecocokan. Perlu ketangkasan untuk membaca energi diri sekaligus sekeliling badan. Agar tidak terjerembab di lubang yang sama.
Ketulian. Berhasil membuat mata menjadi fasih membaca situasi. Menerka-nerka kelebat mata menyorot tajam memaki atau sekadar menyapa. Anak-anak kecil berjingkrak girang belum tau apa itu hitam dan putih. Laki-laki berbaju biru lahap mengunyah mie instan dua gelas, menyeruput kuah panas aroma bawang. Bapak tua bercelana panjang melepas sandal kanannya, nyenyak bertopang dagu. Nenek khusyuk dalam sujud perjalannya. Perempuan berkerudung biru mengangkat kaki melepas lelah tungkai kakinya.

Jalanan Terjal

Sabtu siang tadi seperti mimpi. Menceritakan semua yang terjadi pada tahun 2011 silam, yang membuat kepala hampir botak dan berat badan menurun drastis. Tidak perlu kiranya berteriak mengumumkan keadaan tahun itu. Suara lantang sekaligus meminta-minta pertolongan pada manusia tidak merubah keadaan saat itu menjadi lebih baik. Hingga akhirnya perlahan semua surut. Mereda dengan sendirinya. Dan pada tahun ini, hari Sabtu 1 November 2014 semua memori yang terekam dapat ternarasikan di hadapan orang lain yang jelas bukan siapa-siapa. Urusan ini tidak lebih dari seorang yang membutuhkan wacana, kemudian aku menyampaikan dengan bercerita sebagaimana wajarnya orang lain yang baik-baik saja, tidak baru mengalami hal-hal yang mengguncang. Selesai. Semua dapat aku ceritakan sampai selesai. Tidak peduli teori apa melandasi. Namun yang aku tau pasti, kemungkinan besar aku sudah cukup pulih. Terbukti dari kemampuan ku menceritakan semua itu di hadapan orang lain yang jelas bukan siapa-siapa. Hanya ...