Terjepit. Satu kata yang cukup untuk menjadi wakil, menjelentrehkan kondisi sulit ketika menatap kanan dan kiri. Bergeser pun sepertinya akan terjerembap, apalagi diam di tempat. Justru akan menambah sayatan-sayatan baru. Akhirnya?, luka lama bernanah dan memuntahkan kelengketan-kelengketan legit pasi. Sudah bukan lagi darah. Bukan. Obat-obat oles yang hanya menjanjikan di permukaan pun malah sekonyong-konyong menambah cairan lengket semakin tumpah. Kasa pembalut sia-sia merobekkan diri demi perjanjian-perjanjian nista. Cairan lengket masih meluap. Terhuyung adalah kegetiran tersebab cairan di dalam tidak bersisa. Hanya mampu merangkak, menapak telapak tangan, meraba tembok-tembok gogrok, menyudut pada sudut kecut aroma nafas. Tidak ada anak-anak panah bertunjuk arah seperti milik tembok yang lain. Tersudut mutlak tanpa elak. Melepas kasa terserak, memeras kelengketan-kelengketan jinak, menjahit sayatan-sayatan nganga. Meneriakkan nyeri dalam ketulian dan kebutaan. Terhuyung bukan permintaan.
kir pikir nggone pikir terlalu senang berpikir sampai termangu pada beberapa detik hanya untuk berpikir terlalu kecil tetap dikikir di tempat pikir 21052014
Komentar
Posting Komentar