Langsung ke konten utama

Pada Kedalaman Makna

Terjepit. Satu kata yang cukup untuk menjadi wakil, menjelentrehkan kondisi sulit ketika menatap kanan dan kiri. Bergeser pun sepertinya akan terjerembap, apalagi diam di tempat. Justru akan menambah sayatan-sayatan baru. Akhirnya?, luka lama bernanah dan memuntahkan kelengketan-kelengketan legit pasi. Sudah bukan lagi darah. Bukan. Obat-obat oles yang hanya menjanjikan di permukaan pun malah sekonyong-konyong menambah cairan lengket semakin tumpah. Kasa pembalut sia-sia merobekkan diri demi perjanjian-perjanjian nista. Cairan lengket masih meluap. Terhuyung adalah kegetiran tersebab cairan di dalam tidak bersisa. Hanya mampu merangkak, menapak telapak tangan, meraba tembok-tembok gogrok, menyudut pada sudut kecut aroma nafas. Tidak ada anak-anak panah bertunjuk arah seperti milik tembok yang lain. Tersudut mutlak tanpa elak. Melepas kasa terserak, memeras kelengketan-kelengketan jinak, menjahit sayatan-sayatan nganga. Meneriakkan nyeri dalam ketulian dan kebutaan. Terhuyung bukan permintaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa

APA

rupa-rupa wajah makhluk Mu hendak kemana hari ini? rupa-rupa bentuk makhluk Mu hendak bicara apa hari ini? rupa-rupa elok warna makhluk Mu hendak bersimbol apa hari ini? rupa-rupa tumindak anggun makhluk Mu hendak berbekal apa untuk esok?   01022014