Langsung ke konten utama

Bisikan Maut

kelakar mu tidak lucu, wahai bapak
pemilik kursi singgasana
aku yakin telinga mu masih berfungsi.
Mereka berdecak di luar sana.
Apakah kau betul-betul tidak mendengarnya, Pak?
aku yakin nyata-nyata mata mu masih berfungsi.
Mereka pucat pasi di luar sana.
Apakah perlu kau lepas daun pintu mu agar
betul-betul nampak oleh mu warna pakaian mereka?
Baiklah... kemari sebentar lalu akan aku bantu kau
dengan sedikit berbisik saja agar mereka tidak tau bahwa
kau betul-betul membutuhkan bantuan.
Iya, kau.
kau yang membutuhkan bantuan kan?
Bukan mereka.
Justru kau.
kau membutuhkan bantuan senyata-nyatanya agar kau
lebih mampu mendengar dan melihat.
tidak terlampau nyenyak pada sandaran mu di kursi mu, Pak.

13 Oktober 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian) Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala. Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti...

Bicara!

Biarkan malam bicara tentang kerumunan di jalan yang tak henti memperbincangkan tentang pepohonan menyibak kilau lampu mesin kendaraan dan gedung gedung yang sibuk juga keengganan tenda untuk berbinar padahal semua tetap saja; lewat dan berlalu sayang; malam masih saja malu Mentri Supeno, Jogja