Satu tangkai bunga hidup di dalam vas. Memang tugasnya menjadi penghias meja dalam ruangan. Hal ini diisepakati secara sepihak oleh para pembeli. Kesempatan bertemu dan merawatnya hanya terjadi satu siklus saja, tidak lebih. Ada masanya ia akan mati kemudian meninggalkan keinginan si pemilik. Lalu bagaimana dengan aku dan kamu yang telah saling sepakat untuk berteman?. Ketika kita telah satu suara namun tidak demikian dengan waktu?. Tentang kesempatan... ternyata sama saja hanya terjadi satu siklus saja. Tinggal bagaimana aku dan kamu menjalaninya.
DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...
Komentar
Posting Komentar