Anda yang di sana bagaimana kabar? Apakah Anda tau bahwa beberapa hari yang lalu anda muncul lagi dalam mimpi saya pada malam menjelang pagi hari. Sebenarnya Anda itu siapa? apakah Anda memiliki maksud baik terhadap saya atau sebaliknya?. Mengapa anda tidak bosan untuk singgah dalam mimpi tidur saya di sini?. Dulu ketika bertemu, tidak jarang Anda mengajak saya untuk sedikit terlibat dalam diskusi-diskusi yang melatih untuk bersilat lidah. Tidak jarang juga justru saya yang berdebat dengan Anda. Anda itu siapa. Siapa yang saya pertanyakan di sini bukan menyoal nama. Saya tidak mempertanyakan nama karena kita sudah saling mengetahui nama kita masing-masing. Saya sekedar mempertanyakan apa hubungannya Anda dengan saya sementara ketika bertemu saja tidak jarang kita saling "hantam". Saya harus bertanya kepada siapa lagi jika dengan Anda saja saya sudah jarang bertemu. Ketika saya tanyakan kepada Tuhan sekalipun, jawaban secara gamblang tidak pula saya peroleh. Yang ada justru Anda kembali muncul dalam mimpi-mimpi saya. Saya mohon apabila Anda secara tidak sengaja atau disengaja menemukan paragraf ini entah dimana dalam kondisi bagaimana dan tanpa saya jelaskan ternyata Anda merasa bahwa yang saya maksud di sini adalah Anda kemudian Anda paham, tolong jelaskan semuanya kepada saya. Dan sekarang.... saya tidak lebih dari seseorang yang berbuat konyol. Konyol karena saya mengharapkan sesuatu yang tidak terlalu masuk akal. Pertemuan Anda dengan paragraf ini adalah salah satu keajaiban dunia ke sekian yang terjadi apabila itu memang benar-benar terjadi. Sekali lagi, saya tunggu penjelasan Anda. Terimakasih.
DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...
Komentar
Posting Komentar