Langsung ke konten utama

Anak dan Siswa

Anak itu hasil pendidikan orangtua di rumah. Output olahan tangan-tangan kedua orangtua. Lahan yang pertama dipijak oleh anak ialah lahan rumah kedua orangtuanya baru kemudian lahan sekolah. Bertemu anak-anak selama tujuh jam di sekolah dengan beberapa tuntutan administrasi, penyampaian bahan ajar, transfer of knowledge, mengajak mereka berfikir bersama dengan bahasa komunikatif dan edukatif serta mengingatkan beberapa hal moril bukan suatu hal yang mudah dan instan. Ingat; tujuh jam saja. Itu adalah orientasi fantastis ketika beberapa indikator yang ada dalam Satuan Layanan oleh Guru BK dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) oleh guru mata pelajaran, yang notabene memiliki bahasa yang abot, dapat tercapai 50% dalam sehari. Iya, 50% saja. Selamat bagi Anda yang telah mencapai fase tersebut. Itu artinya Anda juga sanggup membagi informasi praktis kepada teman sejawat, sesama orang-orang yang komit terhadap dunia pendidikan; berurusan dengan perkembangan yang "hidup". Ada beberapa hal yang perlu diingat sebagai perhatian dan memo penting bagi guru yang bersangkutan;

1. Sudut pandang tentang hubungan emosional orangtua dengan anak di rumah. 
2. Menejemen yang ada di sekolah (tata tertib guru, kepemimpinan, sinergi kinerja).

Dua hal tersebut harus bisa match. Apabila ternyata dua hal ini ngalor ngidul, maka anak yang akan menjadi korban, Ia akan mengalami kegagapan dalam proses pemantapan konsep diri. Ibarat keluarga, kalau ayah dan ibu tidak sejalan, maka jangan salahkan anak jika ternyata ia lari dari rumah. Parahnya lagi kalau ternyata menejemen di suatu sekolah sendiri belum rapi. Hahaha, mau dibawa kemana para siswa??. 

Opini via sms 
05092014 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa

APA

rupa-rupa wajah makhluk Mu hendak kemana hari ini? rupa-rupa bentuk makhluk Mu hendak bicara apa hari ini? rupa-rupa elok warna makhluk Mu hendak bersimbol apa hari ini? rupa-rupa tumindak anggun makhluk Mu hendak berbekal apa untuk esok?   01022014