Langsung ke konten utama

Tanya

Mereka hadir dalam mimpi ku; dua orang laki-laki yang sedang mengejar ku. Justru rasanya bukan mimpi; karna aku sempat membuka sedikit mata ku untuk memastikan jarum jam sedang terhenti pada angka berapa dan berapa. Dua orang laki-laki itu bebrbeda dari segi rupa, usia dan kedudukan strata sosial. Satu diantaranya bernama Charles, Wow!. Ya, dalam mimpi ku ia adalah seorang pangeran. Sambil terkekeh-kekeh aku melanjutkan tidur ku ini. Pangeran Charles? apa pula hubungan ku dengan dirinya? Ia siapa? jauh-jauh bicara soal jodoh. Mengenalnya pun aku hanya melalui jutaan hasil temuan dalam web versi internet. Dalam mimpi ku ia menjadi sosok yang usianya beberapa tahun lebih banyak daripada aku. Ia seorang yang bijak, dewasa, penuh pertimbangan matang, mandiri dan dengan sungguh-sungguh ingin memiliki hubungan serius dengan ku secara resmi versi masyarakat pada umumnya. Bahkan gara-gara kebijaksanaannya, ia meminta ku untuk mempertimbangkan secara matang; siapa di antara mereka berdua yang akan ku pilih nanti. Sedangkan satu laki-laki yang berbeda, ia bukan seorang pangeran. Ia sangat baik, namun ia memiliki usia beberapa tahun lebih sedikit daripada aku. Ia memperlihatkan sikap yang betul-betul sedang mengejar ku. Tak heran jika dalam mimpi itu aku merasa sangat lelah berlari-lari saat dia mengejar ku. Satu hal yang lebih mengherankan lagi, aku menyadari betul bahwa hari ini adalah hari minggu pagi sekitar jam 8 pagi lebih sedikit. Sudah menjadi agenda ku bahwa hari ini aku ingin bangun lebih siang dari hari-hari biasanya. Berarti aku terjaga? Iya, aku menyadari keterjagaan ku. Maka dari itu seusai agenda mimpi ku selesaikan, aku segera mendudukkan badan kurus ini dengan mengucapkan beberapa kalimat tanya. Salah satu di antaranya adalah; Apa makna dari pertemuan ku dengan mereka berdua tadi? Bolehlah ku katakan mimpi ketika aku memang sedang dalam keadaan tertidur lelap. Namun yang ku rasakan tadi, tidak lebih dari keadaan terjaga yang justru mengetahui posisi kedua jarum jam dinding merah muda di kamar ku.

09022014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...

milik ku

aku selalu menanti malam seperti ini malam mencekam yang selalu memberi aku ruang setidaknya untuk melihat sebuah pembuktian bahwa toleransi dan negosiasi sebenarnya selalu ada bahkan tidak hanya dua, tiga atau empat pilihan tak terbatas hanya saja mata ini kesulitan ketika harus memperhatikan seksama pada siang hari nyatanya ketika malam; ada sejuta pemandangan indah yang justru dapat aku nikmati tak seindah siang hari dengan secercah cahaya kuningnya matahari aku berada di dalam ruangan tidak luas; ukuran panjang dan lebarnya hanya cukup untuk menjejerkan lemari pakaian dua pintu, rak buku, dan dua meja belajar lipat aku ingin selalu mengabadikan momen pada setiap malam sesenyap ini selalu ada nuansa ketenangan yang tidak bisa terbeli dengan takaran perhiasan terlebih rupiah aku merasa dekat dengan kenangan dan mimpi tak ada satu pun yang boleh mengusik sunyi ku sunyi yang lengang seperti ini ia milik ku; tidak perlu kalian repot-repot memakasakan diri untuk bertanya...

Mahal

Ketika kau bertanya, hal apa yang paling berharga dalam keseharian ku.. maka akan ku jawab; malam. Malam adalah waktu terindah bagi ku yang tidak pernah dapat aku deskripsikan dalam sekian larik puisi. Semua puisi-puisi ku belum menjadi cukup untuk mensyukuri keberadaan malam yang Dia berikan. Malam seperti ini yang aku katakan mahal harganya. Duduk manis di depan laptop, membuka beberapa page kosong untuk menulis kata-kata menakjubkan, mendengarkan lantunan musik dan instrumen atau terkadang senyap, dan.. sendiri. Kesendirian. Ketenangan dalam kesendirian yang luar biasa indah tak terjamah oleh kata dan parafrasa. Aku tidak dapat mengizinkan siapapun dan apapun hadir mengusik duduk ku. Inilah hal terindah yang tak ternilai oleh rupiah sekalipun. Ketenangan. 08042014