Sekolah. Ternyata bukan tempat statis seperti yang aku kira. Sekolah justru menampilkan aneka rupa wajah manusia yang selalu bisa berganti setiap waktunya. Termasuk satu orang yang saat ini berada di depan hidung ku. Rupanya ia belum paham betul perbedaan antara kalimat pembuka basa-basi dengan kalimat pembuka yang serius untuk mengawali hubungan baik versi manusia di muka bumi ini. Nyata-nyata ia sudah mengganggu orang lain. Mengapa perlu melontarkan kalimat pembuka "Apa yang sedang dikerjakan?, saya ingin pinjam laptop untuk mengetik ini dan ini. Tapi saya takut mengganggu". Agaknya orang yang satu ini memang sedang mengesampingkan ewuh yang secara lumrah sudah melekat pada orang-orang keturunan Pulanu Jawa. Oh.. bukan hanya itu. Orang-orang yang tidak terlahir sebagai jawa namun nunut hidup di jawa, kiranya ikut menyerupai mereka berikut penampilan yang nJawani; seperti orang usia separuh abad di hadapan ku ini. Ia melupakan definisi kalimat retoris, justru dipakainya sebagai "pemanis" berbasa-basi.
18022014
18022014
Komentar
Posting Komentar