Langsung ke konten utama

Jalanan Terjal

Sabtu siang tadi seperti mimpi. Menceritakan semua yang terjadi pada tahun 2011 silam, yang membuat kepala hampir botak dan berat badan menurun drastis. Tidak perlu kiranya berteriak mengumumkan keadaan tahun itu. Suara lantang sekaligus meminta-minta pertolongan pada manusia tidak merubah keadaan saat itu menjadi lebih baik. Hingga akhirnya perlahan semua surut. Mereda dengan sendirinya. Dan pada tahun ini, hari Sabtu 1 November 2014 semua memori yang terekam dapat ternarasikan di hadapan orang lain yang jelas bukan siapa-siapa. Urusan ini tidak lebih dari seorang yang membutuhkan wacana, kemudian aku menyampaikan dengan bercerita sebagaimana wajarnya orang lain yang baik-baik saja, tidak baru mengalami hal-hal yang mengguncang. Selesai. Semua dapat aku ceritakan sampai selesai. Tidak peduli teori apa melandasi. Namun yang aku tau pasti, kemungkinan besar aku sudah cukup pulih. Terbukti dari kemampuan ku menceritakan semua itu di hadapan orang lain yang jelas bukan siapa-siapa. Hanya urusan pekerjaan; kewajiban ku berbagi wacana terhadap mereka yang membutuhkan. Terhadap mereka yang sedang terguncang, seperti aku pada tiga tahun silam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...

milik ku

aku selalu menanti malam seperti ini malam mencekam yang selalu memberi aku ruang setidaknya untuk melihat sebuah pembuktian bahwa toleransi dan negosiasi sebenarnya selalu ada bahkan tidak hanya dua, tiga atau empat pilihan tak terbatas hanya saja mata ini kesulitan ketika harus memperhatikan seksama pada siang hari nyatanya ketika malam; ada sejuta pemandangan indah yang justru dapat aku nikmati tak seindah siang hari dengan secercah cahaya kuningnya matahari aku berada di dalam ruangan tidak luas; ukuran panjang dan lebarnya hanya cukup untuk menjejerkan lemari pakaian dua pintu, rak buku, dan dua meja belajar lipat aku ingin selalu mengabadikan momen pada setiap malam sesenyap ini selalu ada nuansa ketenangan yang tidak bisa terbeli dengan takaran perhiasan terlebih rupiah aku merasa dekat dengan kenangan dan mimpi tak ada satu pun yang boleh mengusik sunyi ku sunyi yang lengang seperti ini ia milik ku; tidak perlu kalian repot-repot memakasakan diri untuk bertanya...

Mahal

Ketika kau bertanya, hal apa yang paling berharga dalam keseharian ku.. maka akan ku jawab; malam. Malam adalah waktu terindah bagi ku yang tidak pernah dapat aku deskripsikan dalam sekian larik puisi. Semua puisi-puisi ku belum menjadi cukup untuk mensyukuri keberadaan malam yang Dia berikan. Malam seperti ini yang aku katakan mahal harganya. Duduk manis di depan laptop, membuka beberapa page kosong untuk menulis kata-kata menakjubkan, mendengarkan lantunan musik dan instrumen atau terkadang senyap, dan.. sendiri. Kesendirian. Ketenangan dalam kesendirian yang luar biasa indah tak terjamah oleh kata dan parafrasa. Aku tidak dapat mengizinkan siapapun dan apapun hadir mengusik duduk ku. Inilah hal terindah yang tak ternilai oleh rupiah sekalipun. Ketenangan. 08042014