ketika aku berada di sana
masuk ke dalamnya dan membaur
menumpahkan semua asa ktika brangkat dari rasa menggebu
dan katanya itu ambisi
salahkah itu?
setelah berada di dalamnya, hati bergemuruh
brrrrrrggghhh
kacau
nurani terbatas pagar besi manusiawi
terlalu kokoh lagi tinggi
hingga ketika di sana segumpal darah itu tak bergerak lagi
sangat enggan merasa terhimpit kaku
merasa kotor dan dikotori
padahal katanya kan membuat kita belajar
menghargai dan dihargai
jadi ingin rasanya bertanya
mungkin kah berubah menjadi
menghargai karna dihargai
masih kah terlihat egois?
kapan kiranya ku berhak mendapat pengakuan yang adil
aku memang terkesan meng "aku" kan
kini gemuruh itu semakin keras dan mengganggu
ada perasaan ingin keluar
tapi aku sayang
sayang ketika suatu waktu aku dimanusiakan
namun memberontak ketika mereka tak memakai segumpal darah yang baik tadi
ketika banyak pola pikir dan argumen
hai!
izinkan nafas ini terhembuskan dengan lega
jangan buat nafas ku tersendat mencium aroma kata dari mulut itu
karena lisan terdebat tak terjaga
rapikanlah lisan itu; agar telinga ini tak memerah
sampai segumpal darah ini tak bocor karena sayatan kata
tolong; biarkan sejenak aku sendiri mengatur semua
atau mungkin aku harus bersikeras menghancurkan pagar besi tadi?
keluar, lepas bebas tanpa batas
masuk ke dalamnya dan membaur
menumpahkan semua asa ktika brangkat dari rasa menggebu
dan katanya itu ambisi
salahkah itu?
setelah berada di dalamnya, hati bergemuruh
brrrrrrggghhh
kacau
nurani terbatas pagar besi manusiawi
terlalu kokoh lagi tinggi
hingga ketika di sana segumpal darah itu tak bergerak lagi
sangat enggan merasa terhimpit kaku
merasa kotor dan dikotori
padahal katanya kan membuat kita belajar
menghargai dan dihargai
jadi ingin rasanya bertanya
mungkin kah berubah menjadi
menghargai karna dihargai
masih kah terlihat egois?
kapan kiranya ku berhak mendapat pengakuan yang adil
aku memang terkesan meng "aku" kan
kini gemuruh itu semakin keras dan mengganggu
ada perasaan ingin keluar
tapi aku sayang
sayang ketika suatu waktu aku dimanusiakan
namun memberontak ketika mereka tak memakai segumpal darah yang baik tadi
ketika banyak pola pikir dan argumen
hai!
izinkan nafas ini terhembuskan dengan lega
jangan buat nafas ku tersendat mencium aroma kata dari mulut itu
karena lisan terdebat tak terjaga
rapikanlah lisan itu; agar telinga ini tak memerah
sampai segumpal darah ini tak bocor karena sayatan kata
tolong; biarkan sejenak aku sendiri mengatur semua
atau mungkin aku harus bersikeras menghancurkan pagar besi tadi?
keluar, lepas bebas tanpa batas
Komentar
Posting Komentar