Langsung ke konten utama

Postingan

Berpikirlah!

Mendadak nyinyir, mendengar opini idealis dari teman ketika bicara tentang pernikahan usia muda. Pernikahan menyempurnakan separuh agama. Pernikahan membuka pintu rejeki. Pernikahan akan menyelamatkan diri. Pernikahan akan memudahkan segala urusan. Pernikahan akan menjadi segala-galanya. Dan saya adalah orang pertama yang akan meminta kepada mereka (yang ceramah di hadapan saya tentang hal tersebut) untuk berpikir dua kali sebelum bicara di hadapan saya. Bahkan mungkin berpikirlah tiga kali, empat kali, lima kali, kalau perlu seribu kali!.

Menjadi Guru

Ada cerita yang kalian suguhkan tentang menjadi seorang guru. Guru Bahasa Inggris.. Membuat saya teringat pada ayah. Beliau adalah seorang guru Bahasa Inggris. Banyak juga cerita yang beliau sampaikan ketika dulu saya belum duduk di bangku kuliah. Cerita tentang siswa yang gemar membolos, cerita dengan teman duduk di dalam kelas, siswa pindahan dari sekolah lain, tingkah siswa ketika mengerjakan soal ulangan harian. Namun sayang, mengapa sampai saat ini saya belum berkeinginan menjadi seorang guru?. Jika diperhatikan jenis disiplin ilmu apa yang saya pilih, pernyataan ini mengherankan memang. Namun saya berusaha jujur pada diri sendiri. Berusaha tidak menutupi kehendak yang sesungguhnya. saya tetap berusaha berprasangka baik; mungkin belum saja..

TULISen..

TULIS. Apa saja itu; tulis. Bahkan mulai dari yang namanya buku harian; tulis. Piye-piye; tulis-en.. 1. Sebagai terapi (refleksi jiwa&raga) 2. Sebagai upaya mengasah stabilitas kognisi&afeksi 3. Apresiasi terhadap endapan renungan tak terlisankan 4. Manifestasi naluri "berbagi" 5. Pertahanan memori=tak musnah dimakan zaman