Mendadak nyinyir, mendengar opini idealis dari teman ketika bicara tentang pernikahan usia muda. Pernikahan menyempurnakan separuh agama. Pernikahan membuka pintu rejeki. Pernikahan akan menyelamatkan diri. Pernikahan akan memudahkan segala urusan. Pernikahan akan menjadi segala-galanya. Dan saya adalah orang pertama yang akan meminta kepada mereka (yang ceramah di hadapan saya tentang hal tersebut) untuk berpikir dua kali sebelum bicara di hadapan saya. Bahkan mungkin berpikirlah tiga kali, empat kali, lima kali, kalau perlu seribu kali!.
DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...
Komentar
Posting Komentar