Langsung ke konten utama

Menjadi Guru

Ada cerita yang kalian suguhkan tentang menjadi seorang guru. Guru Bahasa Inggris.. Membuat saya teringat pada ayah. Beliau adalah seorang guru Bahasa Inggris. Banyak juga cerita yang beliau sampaikan ketika dulu saya belum duduk di bangku kuliah. Cerita tentang siswa yang gemar membolos, cerita dengan teman duduk di dalam kelas, siswa pindahan dari sekolah lain, tingkah siswa ketika mengerjakan soal ulangan harian.
Namun sayang, mengapa sampai saat ini saya belum berkeinginan menjadi seorang guru?. Jika diperhatikan jenis disiplin ilmu apa yang saya pilih, pernyataan ini mengherankan memang. Namun saya berusaha jujur pada diri sendiri. Berusaha tidak menutupi kehendak yang sesungguhnya. saya tetap berusaha berprasangka baik; mungkin belum saja..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian) Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala. Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti...

Bicara!

Biarkan malam bicara tentang kerumunan di jalan yang tak henti memperbincangkan tentang pepohonan menyibak kilau lampu mesin kendaraan dan gedung gedung yang sibuk juga keengganan tenda untuk berbinar padahal semua tetap saja; lewat dan berlalu sayang; malam masih saja malu Mentri Supeno, Jogja