Langsung ke konten utama

dari mu; Anak Kecil

Karna mu aku jadi betul-betul tertantang. Menyimak sketsa damai seperti yang ditawarkan oleh puntung rokok mu. Bicara dan didengarkan dengan ramah oleh (mungkin) makhluk-makhluk yang kau jumpai, pada tiap hisap puntung rokok mu. Belajar tentang arti melepaskan pada tiap hembus asap keputihan dari hidung yang keluar santai perlahan pasti bersama kepulan dari rongga mulut mu. Menunggu ramah pada setiap gumpalan tembakau yang terbungkus kertas berlabel bla bla bla itu dikikis api merah kebiruan yang malu tapi mau. Mungkin itu adalah salah satu gambaran nyata tentang makna melepaskan yang mudah untuk kau pelajari. Setidaknya cukup bersahabat dengan jiwa mu. Tidak seabstrak definisi ikhlas pada kamus-kamus Bahasa Indonesia tak bertuan di toko-toko yang semakin waktu semakin usang. Bukan pula serumit peryataan orang orang bermoral mulia sebagaimana kawan hidup di sekeliling mu selama ini. Para makhluk baik yang kadang-kadang jahat pada mu. Berlaku bohong. Mengaburkan jati diri kemuliaan mereka. Mengacaukan pemaknaan mu tentang perbedaan kasih dan benci.

Sesungguhnya kau bahagia dalam versi mu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK

DISFUNGSI KELUARGA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK Mata Kuliah: Penulisan Karya Ilmiah Dosen Pengampu: Dra. Sri Tutur Marthaningsih, M. Pd. Disusun Oleh: Nama : Masayu Ninda Arum T. F. N. P. NIM : 09001053 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia di bumi ini pada umumnya berfitrah untuk melestarikan keturunan, mempunyai dan mewujudkan lingkungan kondusif yang tentram dan sejahtera. Secara umum lingkungan itu dinamakan keluarga. Lingkungan keluarga ibarat organisasi yang di dalamnya terdapat sistem. Dalam sistem tersebut akan ada peraturan dan hukum yang disepakati demi mencapai tujuan bersama dalam rangka keutuhan keluarga. Adapun di dalam keluarga terdiri dari satu orang ayah sebagai pemimpin atau imam, satu orang ibu sebagai pendamping pemimpin keluarga; yaitu ayah. Ketika ayah tidak ada di rumah, maka ib...

milik ku

aku selalu menanti malam seperti ini malam mencekam yang selalu memberi aku ruang setidaknya untuk melihat sebuah pembuktian bahwa toleransi dan negosiasi sebenarnya selalu ada bahkan tidak hanya dua, tiga atau empat pilihan tak terbatas hanya saja mata ini kesulitan ketika harus memperhatikan seksama pada siang hari nyatanya ketika malam; ada sejuta pemandangan indah yang justru dapat aku nikmati tak seindah siang hari dengan secercah cahaya kuningnya matahari aku berada di dalam ruangan tidak luas; ukuran panjang dan lebarnya hanya cukup untuk menjejerkan lemari pakaian dua pintu, rak buku, dan dua meja belajar lipat aku ingin selalu mengabadikan momen pada setiap malam sesenyap ini selalu ada nuansa ketenangan yang tidak bisa terbeli dengan takaran perhiasan terlebih rupiah aku merasa dekat dengan kenangan dan mimpi tak ada satu pun yang boleh mengusik sunyi ku sunyi yang lengang seperti ini ia milik ku; tidak perlu kalian repot-repot memakasakan diri untuk bertanya...

Mahal

Ketika kau bertanya, hal apa yang paling berharga dalam keseharian ku.. maka akan ku jawab; malam. Malam adalah waktu terindah bagi ku yang tidak pernah dapat aku deskripsikan dalam sekian larik puisi. Semua puisi-puisi ku belum menjadi cukup untuk mensyukuri keberadaan malam yang Dia berikan. Malam seperti ini yang aku katakan mahal harganya. Duduk manis di depan laptop, membuka beberapa page kosong untuk menulis kata-kata menakjubkan, mendengarkan lantunan musik dan instrumen atau terkadang senyap, dan.. sendiri. Kesendirian. Ketenangan dalam kesendirian yang luar biasa indah tak terjamah oleh kata dan parafrasa. Aku tidak dapat mengizinkan siapapun dan apapun hadir mengusik duduk ku. Inilah hal terindah yang tak ternilai oleh rupiah sekalipun. Ketenangan. 08042014