Langsung ke konten utama

dari mu; Anak Kecil

Karna mu aku jadi betul-betul tertantang. Menyimak sketsa damai seperti yang ditawarkan oleh puntung rokok mu. Bicara dan didengarkan dengan ramah oleh (mungkin) makhluk-makhluk yang kau jumpai, pada tiap hisap puntung rokok mu. Belajar tentang arti melepaskan pada tiap hembus asap keputihan dari hidung yang keluar santai perlahan pasti bersama kepulan dari rongga mulut mu. Menunggu ramah pada setiap gumpalan tembakau yang terbungkus kertas berlabel bla bla bla itu dikikis api merah kebiruan yang malu tapi mau. Mungkin itu adalah salah satu gambaran nyata tentang makna melepaskan yang mudah untuk kau pelajari. Setidaknya cukup bersahabat dengan jiwa mu. Tidak seabstrak definisi ikhlas pada kamus-kamus Bahasa Indonesia tak bertuan di toko-toko yang semakin waktu semakin usang. Bukan pula serumit peryataan orang orang bermoral mulia sebagaimana kawan hidup di sekeliling mu selama ini. Para makhluk baik yang kadang-kadang jahat pada mu. Berlaku bohong. Mengaburkan jati diri kemuliaan mereka. Mengacaukan pemaknaan mu tentang perbedaan kasih dan benci.

Sesungguhnya kau bahagia dalam versi mu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa

APA

rupa-rupa wajah makhluk Mu hendak kemana hari ini? rupa-rupa bentuk makhluk Mu hendak bicara apa hari ini? rupa-rupa elok warna makhluk Mu hendak bersimbol apa hari ini? rupa-rupa tumindak anggun makhluk Mu hendak berbekal apa untuk esok?   01022014