Langsung ke konten utama

Ingatan #1

Lagi.. sekian kira-kira kabar bahagia tentang kisah kasih dua anak manusia yang bermuara pada ikatan resmi versi norma. Agama dan negara. Merasa biasa saja mendengar kabar sekian banyaknya. Bahkan beberapa undangan tersebut aku diamkan saja tergeletak di meja. Tidak tau pasti aku sedang berada di titik koordinat mana dan mana. Yang aku tau pasti, itu semua adalah hal lumrah duniawi yang sebenarnya hakiki dicari manusia. Mereka ganas mencari penghapus dahaga nafsu dan urusan perut. Apalagi kalau bukan itu?. Padahal semua itu sebetulnya adalah singkat. Bernyawa, mencari isi perut, mencari isi penghapus dahaga nafsu magnet mata lawan jenis, berhasrat, berkembangbiak, memelihara, usia senja kemudian dan.. kematian. Itu saja perjalanan manusia. Sangat singkat. Aku bertanya pada kemudahan yang tidak ku dapatkan. Mengapa selama ini kau tidak berpihak kepada ku?. Kini semua itu membuat ku berfikir sedemikian sulit. Bangun dari keterpurukan "cerita" itu bukan hal mudah. Tidak semudah itu. Lalu kepada siapa aku boleh menuntut?. Aku tidak mau "memori" itu kembali lagi ke hadapan ku. Kembali memeluk ku tanpa permisi. Aku tidak mau itu.

08032014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bicara!

Biarkan malam bicara tentang kerumunan di jalan yang tak henti memperbincangkan tentang pepohonan menyibak kilau lampu mesin kendaraan dan gedung gedung yang sibuk juga keengganan tenda untuk berbinar padahal semua tetap saja; lewat dan berlalu sayang; malam masih saja malu Mentri Supeno, Jogja

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa