Langsung ke konten utama

sibuk

jutaan aksara menari-nari di dalam otak ku ini
maklum.. ada banyak hal baru yang ku mulai di tahun 2014 ini
tentang guru, sekolah, siswa, bimbingan dan konseling, merambah pada urusan yang paling sensitif bagi manusia di muka bumi; duwit!
tentang masa lalu, cerita saat ini dan puluhan rencana untuk masa depan
tentang pertemuan sampai dengan perpisahan
tentang semerbak nafas manusia di pagi hari sampai dengan redup cahaya surya terganti temaram lampu kendaraan bermotor, rumah-rumah manusia, gedung-gedung tinggi yang elok bersaing
tentang manusia yang mulai menjalani tugasnya untuk membuka mata sampai dengan menutup mata untuk seterusnya
oh.. betapa sibuknya dunia ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian) Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala. Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti...

Bicara!

Biarkan malam bicara tentang kerumunan di jalan yang tak henti memperbincangkan tentang pepohonan menyibak kilau lampu mesin kendaraan dan gedung gedung yang sibuk juga keengganan tenda untuk berbinar padahal semua tetap saja; lewat dan berlalu sayang; malam masih saja malu Mentri Supeno, Jogja