Busuk
Satu kata untuk menggambarkan mu; NILAI. Kau sama busuknya dengan tempe yang dianggap sedap oleh sebagian masyarakat. Tempe busuk yang busuk namun tersaji dalam campuran tumis- Ca Kangkung. Orang-orang menganggap tumisan kangkung akan lebih sedap jika diberi campuran tempe busuk seperti mu.
NILAI. Kau ditawar-tawar oleh mereka yang paham tentang moral. Kau menjadi bahan iming-iming terhadap mereka yang haus oleh hadir mu. Bagaimana tidak, dengan memiliki mu maka casing mereka akan lebih baik di hadapan yang lain. Mereka akan tampak anggun dengan balutan sebuah NILAI. Aktivitas moral seolah lebih cantik ketika dikemas bersama simpul pita sebuah NILAI. Padahal, ia datang bukan dari yang Maha. Bisa saja mereka menerka-nerka mereka untuk sebuah kepantasan label NILAI.
Oh, sungguh gaduhnya tempat ini. Tempat yang katanya aku dan mereka bertempat di lingkungan yang berkemajuan, terpelajar karna belajar, terdidik oleh sebuah proses pembelajaran dan melahap berbagai NILAI-NILAI keagungan akan urusan norma dan moral. Moralis dan normatif. Termasuk aku, insan dari Yang Maha, yang sedang menerka-nerka nilai dari sebuah NILAI dan PENILAIAN.
Satu kata untuk menggambarkan mu; NILAI. Kau sama busuknya dengan tempe yang dianggap sedap oleh sebagian masyarakat. Tempe busuk yang busuk namun tersaji dalam campuran tumis- Ca Kangkung. Orang-orang menganggap tumisan kangkung akan lebih sedap jika diberi campuran tempe busuk seperti mu.
NILAI. Kau ditawar-tawar oleh mereka yang paham tentang moral. Kau menjadi bahan iming-iming terhadap mereka yang haus oleh hadir mu. Bagaimana tidak, dengan memiliki mu maka casing mereka akan lebih baik di hadapan yang lain. Mereka akan tampak anggun dengan balutan sebuah NILAI. Aktivitas moral seolah lebih cantik ketika dikemas bersama simpul pita sebuah NILAI. Padahal, ia datang bukan dari yang Maha. Bisa saja mereka menerka-nerka mereka untuk sebuah kepantasan label NILAI.
Oh, sungguh gaduhnya tempat ini. Tempat yang katanya aku dan mereka bertempat di lingkungan yang berkemajuan, terpelajar karna belajar, terdidik oleh sebuah proses pembelajaran dan melahap berbagai NILAI-NILAI keagungan akan urusan norma dan moral. Moralis dan normatif. Termasuk aku, insan dari Yang Maha, yang sedang menerka-nerka nilai dari sebuah NILAI dan PENILAIAN.
Komentar
Posting Komentar