Langsung ke konten utama

Postingan

Nanti.

Belum sekarang waktu yang tepat. Masih ada setumpuk yang harus terselesaikan sampai akhir bulan Februari ini. Lihat saja nanti, kalau sudah tepat waktunya. Bisa-bisanya air itu datang dengan lancangnya mengguyur susunan batu kali kering; basah!. Seketika luruh bersama pasir.  Tunggu nanti. Tunggu semua sajak itu lagi.

Desember pada Januari

Ternyata Januari sudah dengan tega melupakan mu. Sekarang sudah Februari. Lihatlah, sudah selama ini kau terlupakan. Terakhir sapaan yang ada; 6 Desember 2014. Januari belum menyisakan apa-apa untuk sekedar membuat laporan. Baiklah, nanti akan ku salin arsip di memo handphone. Sepertinya itu satu-satunya solusi agar Januari tetap berbagi dengan mu. Karna perlu kau ketahui; terlalu banyak narasi pada Januari dan Februari ini. Terlalu indah untuk diabaikan begitu saja. Sayang jika hanya tertelan waktu begitu saja tanpa dokumentasi. Bukankah salah satu wujud memeihara keabadian itu dengan dokumentasi.

Pagi

Menakar air di perempatan jalan. Aku mendapati subuh, panggilan Mu yang mendawai di telinga ku. Menggetarkan rongga kulit ari. Menyayat pilu memangku laku. Meredam tubi mau dan mau. Mendidih darah menghangatkan karsa. Yogyakarta 20102014

Bukan dia

Terkekeh. Satu kata yang tepat untuk mewakili semua rasa yang telah bercampur seenaknya tanpa kejelasan nama adonan. Berarti bukan itu yang terbaik bagi ku. Berarti dia bukan yang terbaik untuk ku. Berarti bukan dia yang sesuai dengan ku. Berarti bukan dia yang Dia maksud. Berarti kurang lebih bukan orang sepertinya. Berarti dia tidak pas dengan ku. Berarti semua sikap dia yang ku tangkap sebagai upaya tidak sinkron dengan respon ku. Kemudian satu hal yang sempat terlintas di benakku dalam hitungan detik tahun lalu, sungguh-sungguh terjadi sekarang. Tidak ada satu manusia pun yang mampu mengelak, menghalangi bahkan melawan. Tidak ada.

Pudar

membidik kesungguhan yang mulai memudar berbicara dengan kalian adalah istimewa membuat aku sampai tak henti meraung-raung bertanya-tanya tentang apa itu pencapaian. proses selalu berjalan sesuai koridornya, sebab ia adalah waktu yang tak bisa didebat. namun terkadang manusia terlalu tangguh menyusun benteng pertahanan hingga semuanya luruh satu persatu, termasuk harapan. Semula ia bermukim di ruang-ruang apik. Berfentilasi, berpintu dan berjendela.

Oleh Jarak

Kurang lebih sama dengan rindu. Kita akan tau apa itu rindu ketika kita dan mereka sudah terpisah oleh jarak. Mengakui keberadaan mereka dalam ketiadaan. Memahami makna pesan yang disampaikan oleh ketiadaan. Mengerti kasih yang disampaikan dalam ketiadaan. Mengerti apa itu rindu dalam ketiadaan. Semua berkat jarak. Jarak yang bertubi-tubi menghantamkan
Berpapasan dengan kesejukan yang ditawarkan November. Menangkap sinyal-sinyal kecocokan. Perlu ketangkasan untuk membaca energi diri sekaligus sekeliling badan. Agar tidak terjerembab di lubang yang sama.