Langsung ke konten utama

Postingan

Yang Digugu dan Ditiru

wajah-wajah teladan mengumpulkan pesan untuk disajikan pada setiap pagi di sepanjang halaman mendulang perkara boleh dan tidak boleh mencatat cerita tentang makna terkandung meski tak hendak, ia tetap berbuat Hari esok, lusa dan beberapa taun mendatang. Lupa tentang nominal, ia tetap berbuat Itu yang membedakan antara ia dan buruh 21062014, rev 2307

Sambutan Hangat

iya, aku akan begini begitu kata mulai mengharu biru meledak dalam ruang tersembunyi kemudian sraaak; ia meminta ia meminta seperti ini seperti ini, aku akan begini mengambil satu bungkus kopi susu instan meletakkan satu cangkir kering bersih membuka kemasan, menuangkan bubuk kopi ke cangkir menuangkan air panas sejadi-jadinya mengaduk sebagaimana menginginkan rasa iya, aku akan begini menyambut gempita pekat yang merekah mempersilakan berkunjung di tempat muka karna untuk menjemputnya adalah makna menyeduhnya sesegera mungkin sebelum uap panas menetesi; mengubah rasa 20062014

meletup-letup

bait ini belum sampai pada ujung penghujung yang tak berujung namun apa daya melompat-lompat saja hendaknya berpaling pada yang lain sehingga terbentuk susunan rasa terbaru melompat ke sini adalah menuruti rasa lalu ku karsa demi muara karya 20062014
aku menemukan mu membujur kaku dalam bisu padahal kau tau betul apa beda bukankah aku sudah mengatakan bahwa esok pagi belum tentu seindah sekarang iya, sekarang seperti saat ini ketika aku mendapati mu kaku membujur berujar tak kemudian kau bertanya tentang bagaimana menganggap aku adalah si empunya cerita kemari, segera kemari 20,21 06

Perempuan di Persimpangan

Perempuan berwajah pasi Tidak perlu menabuh genderang Bila ternyata tangan mu terluka Meski parau, kau tetap membiru Perempuan berwajah pasi Berjalanlah sebagaimana kaki sedia Bila ternyata terhuyung Kau masih mampu berbenah Perempuan berwajah pasi Duduklah layaknya istirahat Bila ternyata kau gelisah Meski gundah, kau masih berpunya nikmat Perempuan berwajah pasi Bernafaslah seumpama esok tiada Itu adalah rupa semacam bahagia Tamansiswa, 17062014

Jujur pada Jemari

Berlarilah selagi bisa. Genggamlah ketika waktu memberi aba-aba. Kemudian, buka jemari itu. Pandangi lama-lamat keindahan nan agung tak terdefinisi oleh kata. Tekstur menyoal rasa. Hembuskan nafas dengan teratur agar Apa yang dipandang adalah benar tak terganggu. Tak terjatuh. Tak terjerembab. Tak berceceran. Dengarkan nyanyian merdu yang ia dendangkan; nikmati! Setidaknya itulah keberadaan yang tiada. Ia meminta bukan menyita. Tugas; memberi tak tersiksa 29052014