Langsung ke konten utama

Postingan

lama tak kesini

bertemu dengan kalian sungguh membuatku bersyukur dari sekian tempat ku kunjungi sampai akhirnya mengantarku pada tempat yang sekarang membuat ku semakin merasa aaaarrggh; s u l i t memang benar, kemarin aku katakan demikian aku bosan dengan rutinitas seperti itu dan untuk saat ini aku ingin berada pada satu tempat dimana aku dapat melangkahkan kaki dengan mantap dan sigap satu tempat yang membuat ku berjalan tanpa ragu setelah aku keluar dari sana, semua justru berjalan di luar dugaan dan harapan dua tempat itu kini menjadikan aku terdakwa
dari mu ku karna mu karna mu dan masih karna mu sekarang kau dimana kau lupa siapa aku? tolongg...dengarkanlah aku lihat mata ku apa sebenarnya yang membuat engkau enggan datang kesini ke hadapan ku darah daging mu saksikan lah bibir ini menanyakan itu semua aku di sini pun untuk mu untuk mu untuk mu

disana, yang mereka adalah kritikus

ketika aku berada di sana masuk ke dalamnya dan membaur menumpahkan semua asa ktika brangkat dari rasa menggebu dan katanya itu ambisi salahkah itu? setelah berada di dalamnya, hati bergemuruh brrrrrrggghhh kacau nurani terbatas pagar besi manusiawi terlalu kokoh lagi tinggi hingga ketika di sana segumpal darah itu tak bergerak lagi sangat enggan merasa terhimpit kaku merasa kotor dan dikotori padahal katanya kan membuat kita belajar menghargai dan dihargai jadi ingin rasanya bertanya mungkin kah berubah menjadi menghargai karna dihargai masih kah terlihat egois? kapan kiranya ku berhak mendapat pengakuan yang adil aku memang terkesan meng "aku" kan kini gemuruh itu semakin keras dan mengganggu ada perasaan ingin keluar tapi aku sayang sayang ketika suatu waktu aku dimanusiakan namun memberontak ketika mereka tak memakai segumpal darah yang baik tadi ketika banyak pola pikir dan argumen hai! izinkan nafas ini terhembuskan dengan lega jangan buat n...
Maha Suci Allah yang telah meridhoi aku bertemu dan sampai mengenal mu sketsa wajah yang telah terselesaikan dan terbingkai rapi kertas biasa yang berlindung dibalik kaca kokoh mampu digantung di dinding meski butuh waktu yang lama dan proses panjang untuk menyelesaikannya bahkan terkadang sampai harus menghapus goresan- goresan yang salah sampai menjadi benar harapanku; persaudaraan ini akan seperti sketsa wajah itu yang kau hadiahkan untuk ku sebagai pengiring doa doa mu itu meski dengan proses yang lama namun janjinya untuk mampu bertahan lama adalah pasti seperti kita; aku dan kamu persaudaraan yang indah ini aku bersyukur

tak mungkin

Tak mungkin Tak mungkin dia datang, Menghampiri ku Disini, Medekat Menyentuh dinding keangkuhan nan  terlampau kokoh Lama sudah menjadi kuat dan megah Seketika runtuh hanya karna nya Lantas bagaimana Aku harus berkata apa Malu Karna nya kini diri ini bukan lagi aku Yang dulu selalu menjadi bangga Karna nya ku didakwa Sampai tak mampu membela Angkuh ku kini tak berarti Semua adalah karna nya Cinta Setegas itu kah hati ini menyatakan?, ragu takut salah. Karna slama ini aku tak paham tentang hal itu. Nggak,