Langsung ke konten utama

Aku Perempuan.

Aku perempuan. Sama seperti perempuan perempuan lain pada umumnya. Kalaupun berbeda, itu hanya tentang karakter biologis dan edukasi yang memelihara diri selama masa pertumbuhan.
Aku perempuan. Sama seperti perempuan lainnya secara psikologis.
Aku perempuan. Sensitif, emosional, feminim dan cantik secara relatif.
Bukan kamu. Laki laki. Logis, lugas, maskulin dan tampan secara relatif.
Jadi, tidak perlu memperlakukan aku sebagai laki laki. Terlebih mengada ada. Membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Hingga meniadakan segala sesuatu yang semula ada. Atau kamu akan menyesali sikap dan perbuatan mu itu. Tapi bagaimana lagi?. Tidak ada penyesalan di permulaan. Oiya, aku masih mempercayai peribahasa; mulut mu harimau mu. Setidaknya kamu adalah manusia yang punya akal dan naluri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian) Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala. Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti...

Bicara!

Biarkan malam bicara tentang kerumunan di jalan yang tak henti memperbincangkan tentang pepohonan menyibak kilau lampu mesin kendaraan dan gedung gedung yang sibuk juga keengganan tenda untuk berbinar padahal semua tetap saja; lewat dan berlalu sayang; malam masih saja malu Mentri Supeno, Jogja